News Tanjung Selor — Kalimantan Utara (Kaltara) terus menarik minat para perantau dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menunjukkan bahwa Kaltara menjadi provinsi tujuan keempat terbesar bagi warga Sulsel yang merantau keluar daerah. Sekitar 7,8 persen penduduk Sulsel yang memilih merantau tercatat menetap dan bekerja di provinsi termuda di Pulau Kalimantan tersebut.

Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Kerja Jadi Magnet
Kepala BPS Sulawesi Selatan, yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan bahwa pola perpindahan penduduk ini tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Kaltara yang cukup stabil dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah proyek strategis nasional seperti pembangunan kawasan industri, infrastruktur energi, hingga kemajuan sektor jasa dan perdagangan menjadi daya tarik tersendiri.
“Kaltara memiliki dinamika ekonomi yang cukup menjanjikan. Banyak perantau dari Sulsel melihat peluang kerja dan usaha di sana sebagai kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup,” ujar seorang analis kependudukan BPS Sulsel.
Populasi warga Sulsel yang merantau umumnya tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Kota Tarakan. Mereka bekerja di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, jasa perbengkelan, perdagangan, hingga sektor informal yang mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Baca Juga : Produk UMKM Kaltara Mulai Mengisi Pasar Malaysia
Hubungan Kultural yang Kuat
Selain faktor ekonomi, kedekatan budaya juga disebut menjadi salah satu alasan kuat tingginya mobilitas warga Sulsel ke Kaltara. Interaksi masyarakat kedua daerah telah terjalin sejak lama melalui jalur perdagangan laut.
Tokoh masyarakat Bugis di Tanjung Selor, H. Usman Malla, mengakui bahwa banyak warga Sulsel merasa cepat beradaptasi ketika datang ke Kaltara.
“Dari dulu hubungan antara masyarakat Bugis-Makassar dan warga Kaltara berjalan harmonis. Banyak yang datang, bekerja, lalu menetap karena merasa seperti di rumah sendiri,” ungkapnya.
Pemerintah Daerah Diminta Siapkan Kebijakan Dukungan
Seiring meningkatnya jumlah pendatang, pemerintah daerah di Kaltara diharapkan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan integrasi sosial dan ketersediaan lapangan kerja tetap berjalan seimbang.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Borneo Tarakan menilai bahwa arus perantau dapat memberikan dampak positif jika dikelola dengan baik.
“Mobilitas penduduk adalah bagian dari dinamika pembangunan. Yang dibutuhkan sekarang adalah kebijakan yang mendukung, seperti penguatan pelatihan kerja dan akses regulasi usaha bagi pendatang,” jelasnya.
Dengan tren migrasi yang masih terus berlangsung, Kaltara diprediksi tetap menjadi salah satu tujuan utama perantau asal Sulsel dalam beberapa tahun mendatang, seiring semakin berkembangnya pembangunan dan peluang ekonomi di wilayah tersebut.







