News Tanjung Selor – Antusiasme masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal terlihat jelas dalam ajang Lomba Menyumpit Tradisional yang digelar di area parkir Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Birau Bulungan 2025, dalam rangka HUT ke-65 Kabupaten Bulungan dan hari jadi ke-235 Tanjung Selor.

Peserta Capai 183 Orang
Tahun ini, lomba menyumpit mencatat peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan. Sebanyak 183 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Utara ikut ambil bagian dalam perlombaan yang mempertandingkan dua kategori, yakni perorangan putra dan perorangan putri.
Baca Juga : Kunjungi Stand Sekatak Bengara di Birau Bulungan 2025, Ada Ikan Asap hingga Pernak-pernik Dayak
Salah satu panitia lomba, Amrin, mengatakan bahwa antusias peserta tidak hanya datang dari masyarakat lokal Bulungan, tetapi juga dari kabupaten tetangga seperti Tana Tidung, Malinau, dan Nunukan.
“Tahun ini pesertanya meningkat dibanding tahun lalu. Ini menandakan minat masyarakat terhadap olahraga tradisional seperti menyumpit semakin besar,” ujarnya.
Lestarikan Warisan Budaya Dayak
Lomba menyumpit tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian warisan budaya suku Dayak, yang telah dikenal menggunakan sumpit sebagai alat berburu tradisional sejak ratusan tahun lalu.
Menurut Amrin, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman.
“Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa menyumpit bukan sekadar permainan, tapi bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Kalimantan,” jelasnya.
Selain itu, penyelenggara juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang, termasuk piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.
Sambut Hari Jadi Bulungan dan Tanjung Selor
Lomba menyumpit merupakan salah satu dari rangkaian panjang kegiatan Birau Bulungan 2025, yang mencakup berbagai agenda budaya, kesenian, dan olahraga tradisional seperti balap perahu, tari daerah, hingga pameran UMKM lokal.
Pemerintah Kabupaten Bulungan menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kebanggaan dan solidaritas masyarakat dalam menyambut hari jadi daerah.
“Kami ingin momentum Birau menjadi ajang kebersamaan. Melalui kegiatan budaya seperti ini, kita bisa menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah,” ujar salah satu pejabat Dinas Pariwisata Bulungan.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan dukungan penuh dari masyarakat, Lomba Menyumpit Tradisional Birau Bulungan 2025 bukan hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga simbol semangat pelestarian budaya dan kebanggaan akan jati diri masyarakat Kalimantan Utara.






