,

Siswa SMAN 1 Tanjung Selor Dilarikan ke RS Diduga Usai Makan MBG

by -880 Views

News Tanjung Selor – Sejumlah siswa SMAN 1 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala sakit mendadak. Kejadian ini berlangsung pada Senin (22/9/2025) siang, usai para siswa diduga mengonsumsi makanan jenis MBG (Mie Bakso Goreng) yang dijual di sekitar lingkungan sekolah.

Ratusan Siswa di Salakan Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Usai Konsumsi MBG,  Pemilik Dapur Penyedia Beri Klarifikasi - Salakan Post
Siswa SMAN 1 Tanjung Selor Dilarikan ke RS Diduga Usai Makan MBG

Menurut informasi yang beredar, beberapa siswa mengalami pusing, mual, dan muntah sesaat setelah menyantap makanan tersebut. Pihak sekolah yang mengetahui kondisi tersebut segera membawa para siswa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kondisi Korban

Hingga Senin sore, puluhan siswa masih menjalani observasi oleh tim medis. Dokter menyebutkan gejala yang dialami mengarah pada dugaan keracunan makanan. “Pasien mengalami tanda-tanda keracunan, namun masih dalam kondisi sadar dan stabil. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar salah satu tenaga kesehatan yang menangani para siswa.

Baca Juga : Makan Gratis Berujung Petaka, 140 Siswa Kupang Diduga Keracunan MBG 

Pihak rumah sakit juga memastikan akan terus memantau perkembangan kesehatan korban sebelum memutuskan apakah mereka dapat segera dipulangkan atau perlu perawatan lebih lanjut.

Respons Pihak Sekolah dan Dinas Terkait

Kepala SMAN 1 Tanjung Selor membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bulungan untuk menindaklanjuti kasus ini. “Kami prihatin atas kejadian ini dan berupaya maksimal agar siswa mendapat penanganan terbaik. Kami juga berharap penyebab pastinya segera diketahui,” ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Bulungan telah menurunkan tim untuk mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penutupan sementara pedagang di sekitar sekolah.

Pesan Kewaspadaan

Kasus ini menambah catatan penting soal keamanan pangan, khususnya jajanan yang dijual di sekitar sekolah. Para orang tua berharap pihak sekolah dan instansi terkait memperketat pengawasan makanan yang beredar agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keselamatan siswa harus jadi prioritas. Kami minta pemerintah lebih serius memastikan jajanan sekolah aman dikonsumsi,” ujar salah satu orang tua siswa.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih dalam pemantauan medis.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.