News Tanjung Selor – Tanjung Selor mencatat tingkat inflasi tahunan sebesar 3,30 persen pada Agustus 2025, menurut data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menunjukkan bahwa kondisi harga barang dan jasa di ibu kota Kalimantan Utara tersebut masih relatif terkendali dan berada dalam rentang sasaran inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah.
Kepala BPS setempat menjelaskan bahwa inflasi ini disumbang oleh beberapa kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan transportasi. Meski terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas utama, secara umum pergerakan harga masih terkendali berkat pengawasan pasokan dan koordinasi antarinstansi yang terus dilakukan pemerintah daerah bersama Bank Indonesia.

Kenaikan Harga Bahan Pangan Jadi Pemicu
Salah satu faktor utama yang mendorong inflasi di Tanjung Selor pada periode ini adalah kenaikan harga sejumlah bahan pangan, seperti beras, cabai merah, dan bawang merah. Cuaca yang kurang bersahabat dan gangguan distribusi dari daerah pemasok disebut menjadi penyebab utama lonjakan harga tersebut.
Selain itu, tarif transportasi juga mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan menjelang sejumlah agenda daerah dan kegiatan masyarakat. Namun, kontribusi kelompok pengeluaran lain seperti perumahan, kesehatan, dan pendidikan relatif stabil sehingga tidak menimbulkan lonjakan inflasi yang lebih tinggi.
Baca Juga : Paradoks Kenaikan Abonemen PDAM Tarakan di Tengah Keterbatasan Air
Upaya Pengendalian Terus Diperkuat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyatakan akan terus memperkuat upaya pengendalian harga, terutama untuk menjaga pasokan bahan pokok di pasar. Strategi yang disiapkan antara lain adalah menggelar operasi pasar, mempercepat distribusi logistik dari wilayah produsen, serta meningkatkan koordinasi antara pedagang dan distributor.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong penguatan sektor pertanian lokal agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah bisa dikurangi. Langkah ini diharapkan dapat menekan fluktuasi harga yang kerap terjadi akibat gangguan cuaca atau hambatan transportasi.
BPS menilai, jika upaya pengendalian terus konsisten dilakukan, inflasi di Tanjung Selor bisa tetap terjaga pada level aman hingga akhir tahun. Stabilitas harga ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.







