, ,

Udara di Tanjung Selor Semakin Semerbak dengan Aroma Spiritualitas Maulid Akbar Alkhairaat

by -739 Views

Maulid Akbar di Pesantren Alkhairaat Tanjung Selor Kaltara: Bukti Kecintaan yang Semakin Membludak

News Tanjung Salor– Udara di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, pada Minggu pagi itu (21/09/2025) terasa istimewa. Gemuruh lafadz sholawat dan barzanji mengalun merdu, menyambut ratusan bahkan ribuan jamaah yang berbondong-bondong memadati halaman Pondok Pesantren Alkhairaat. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah di Bulungan dan sekitarnya, dengan satu tujuan: merayakan dan memperbarui cinta kepada sang manusia agung, Nabi Muhammad SAW, dalam acara Maulid Akbar yang megah. Gelaran tahunan ini bukan sekadar ritual, melainkan sebuah manifestasi kecintaan yang nyata, yang skalanya semakin membesar dari tahun ke tahun.

Suasana khidmat dan penuh syukur terpancar dari setiap wajah jamaah. Mereka duduk rapi, menyimak dengan hikmat setiap rangkaian acara. Keistimewaan tahun ini begitu terasa. Maulid Akbar dihadiri langsung oleh sosok sentral yang sangat dihormati, Habib Sayyid Alwi Saggaf Al-Jufri, Ketua Utama Pusat Perguruan Alkhairaat yang khusus datang dari Palu, Sulawesi Tengah. Kehadirannya bukan hanya sebagai pembicara, tetapi juga sebagai penguat tali silaturahmi antara pusat dan daerah, sekaligus penegas bahwa semangat mencintai Nabi adalah inti dari seluruh kegiatan Alkhairaat.

Mengurai Kemuliaan yang Lahir dari Akhlak

Dalam ceramahnya yang penuh hikmah dan keteladanan, Habib Sayyid Alwi Saggaf Al-Jufri menerangkan dengan gamblang puncak kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Beliau menegaskan bahwa Rasulullah SAW adalah makhluk paling agung yang pernah diciptakan Allah SWT untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Namun, keagungan itu sama sekali tidak lahir dari hal-hal yang sering diagung-agungkan dunia, seperti jabatan, kekayaan, ataupun keturunan semata.

Udara di Tanjung Selor Semakin Semerbak dengan Aroma Spiritualitas Maulid Akbar Alkhairaat
Udara di Tanjung Selor Semakin Semerbak dengan Aroma Spiritualitas Maulid Akbar Alkhairaat

Baca Juga: Pedagang Ayam Hidup di Pasar Induk Dilarang, Pemda Bangun RPHU di Jalan Padaelo Tanjung Selor

“Kemuliaan Rasulullah lahir dari akhlak dan kepribadian di sisi Allah SWT. Pantas jika Allah SWT mengagungkan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya dengan tegas, menyentuh relung hati setiap jamaah.

Habib Alwi Saggaf kemudian menguraikan sumber-sumber kemuliaan itu: keindahan paras yang merupakan cerminan kesucian jiwa, kesempurnaan akhlak dalam setiap interaksi dengan keluarga, sahabat, bahkan musuh, dan kemurahan hati yang tak terbatas dalam memberi kepada sesama. Nabi adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan.

“Kemuliaan kita tidak akan ada, tanpa mengikuti jejak Rasulullah,” tegasnya. Pesan ini menjadi penekanan bahwa peringatan Maulid bukanlah sekadar seremonial, tetapi sebuah momentum untuk introspeksi dan berkomitmen meneladani sifat-sifat Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, menghadiri majelis maulid dengan penuh kecintaan adalah salah satu bukti nyata dalam memuliakan Rasulullah SAW.

Antusiasme Jamaah: Cerminan Cinta yang Bertumbuh

Semangat yang sama diungkapkan oleh Ketua Panitia Maulid Akbar, Asnawi Arbain. Dalam laporannya, ia menyampaikan kebahagiaan dan syukur atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. “Peringatan maulid ini bentuk kecintaan, kerinduan, kepada Nabi Muhammad SAW. Tampaknya masyarakat tambah membludak, ini membuktikan kecintaan kepada Rasulullah semakin bertambah besar,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, ghirah (semangat) keislaman masyarakat Tanjung Selor justru semakin menguat. Majelis-majelis ilmu dan kecintaan kepada Nabi menjadi oase spiritual yang sangat dinantikan.

Pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat Tanjung Selor, Habib Sayyid Muthahar Al-Jufrie, juga menyambut baik dan gembira dengan kehadiran jamaah yang setiap tahunnya menunjukkan grafik peningkatan. Kebahagiaannya semakin lengkap dengan kehadiran tamu kehormatan internasional, Maulana Syekh Husen Al Bayumi dari Mesir. Kehadiran ulama dari bumi para nabi ini bagai menyambungkan rantai spiritual antara Tanjung Selor dan pusat peradaban Islam.

“Terima kasih sudah hadir, ini untuk menambah kecintaan kepada Rasulullah. Semoga yang hadir dapat ampunan dan rahmat Allah SWT,” tutur Habib Muthahar penuh haru.

Dukungan Penuh Pemerintah untuk Ukhuwah dan SDM

Pentingnya acara ini juga diakui oleh segenap jajaran pemerintah, baik tingkat Provinsi Kalimantan Utara maupun Kabupaten Bulungan. Tampak hadir dalam majelis tersebut sejumlah pejabat tinggi, seperti Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Wakil Ketua DPRD Kaltara Muhammad Nasir, Bupati Bulungan Syarwani, Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto, dan Ketua DPRD Bulungan Riyanto.

Dalam sambutannya, Bupati Bulungan Syarwani memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Beliau melihat Maulid Akbar bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai pemersatu dan penguat ukhuwah Islamiyah di bumi Bulungan.

“Semoga majelis ini menjadi semangat kita menegakkan ukhuwah Islamiyah di Bulungan. Pemerintah daerah terus memberikan dukungan dalam upaya pengembangan sumber daya manusia. Bersama kita siapkan masa depan anak-anak kita di Bulungan agar kelak menjadi lebih baik dari hari ini,” jelas Bupati Syarwani.

Pernyataan ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah untuk bersinergi dengan lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren Alkhairaat dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlakul karimah, meneladani sang Nabi tercinta.

Maulid Akbar di Pesantren Alkhairaat Tanjung Selor telah usai. Namun, gelora kecintaan yang ditanamkan dalam hati setiap jamaah akan terus membara. Acara ini telah menjadi bukti nyata bahwa cinta kepada Rasulullah SAW adalah energi yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat, dari ulama, umara, santri, hingga masyarakat umum.

Kerinduan untuk meneladani akhlak Nabi, semangat untuk memperkuat ukhuwah, dan komitmen untuk membangun peradaban yang lebih baik adalah warisan abadi dari majelis yang penuh barokah ini. Dari ujung utara pulau Kalimantan, lahir seruan damai: Shollu ‘alan Nabi! Selawat dan salam selalu tercurah untuk Rasulullah, sang pembawa cahaya. Semoga kecintaan kita yang semakin membesar ini menjadi wasilah untuk meraih syafaatnya di yaumil akhir kelak. Aamiin.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.