, ,

Di bawah Sorakan Masyarakat, Pemprov Apresiasi Sukses Festival Sungai Kayan 2025

by -836 Views

Festival Sungai Kayan 2025: Gelaran Budaya yang Memukau dan Bukti Semangat Kebersamaan Bulungan

News Tanjung Selor– Di bawah langit cerah yang membentang di atas Pelabuhan VIP Sungai Kayan, semangat kebersamaan dan kegembiraan menyelimuti suasana pada Senin (6/10) pagi. Suara sorak-sorai penonton, gemercik air, dan daya kebersamaan para pendayung tradisional menandai dibukanya Festival Sungai Kayan 2025. Gelaran budaya yang memukau ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sebuah pernyataan tentang lestarinya warisan leluhur di bumi Bulungan.

Kehadiran Dr. Njau Anau, S.Pd, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kalimantan Utara (Kaltara), yang mewakili Gubernur, semakin mengukuhkan betapa pentingnya acara ini. Festival ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan sebagai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kabupaten Bulungan dan HUT ke-235 Tanjung Selor, ibukota kabupaten.

Lomba Perahu Dayung: Adu Ketangkasan dan Ketangguhan di Atas Air

Sorotan utama festival tahun ini adalah Lomba Perahu Dayung Tradisional, yang berlangsung dari 6 hingga 8 Oktober. Gambaran tentang semangat sportivitas dan kebersamaan terlihat nyata dengan partisipasi massive sebanyak 130 perahu dari berbagai penjuru Bulungan.

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemkab Bulungan Rayakan HUT Ke-65 lewat Gelaran Festival Sungai Kayan

Baca Juga: Festival Sungai Kayan 2025 Sajikan Tradisi dan Potensi Ekonomi Lokal

Lomba ini dibagi dalam beberapa kategori, mencerminkan inklusivitas dan partisipasi luas dari seluruh lapisan masyarakat:

  • Kelas 20 Pendayung Putra: 48 perahu

  • Kelas 20 Pendayung Putri: 25 perahu

  • Kelas 30 Pendayung Putra: 28 perahu

  • Kelas 30 Pendayung Putri: 10 perahu

  • Kelas 50 Pendayung Putra: 12 perahu

  • Kelas 50 Pendayung Putri: 7 perahu

Setiap kategori menampilkan kekompakan tim dan ketangguhan fisik, menunjukkan bahwa tradisi mendayung bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga cermin dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang akrab dengan sungai.

Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Provinsi

Dalam sambutannya, Kadispar Kaltara, Dr. Njau Anau, tidak henti-hentinya memberikan apresiasi terhadap semangat Pemkab Bulungan dan warganya.

“Kalau kita lihat, Festival Sungai Kayan ini luar biasa. Semangat masyarakatnya tinggi dalam menghidupkan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan sejak dulu,” ujar Njau Anau dengan penuh kekaguman.

Ia juga menekankan dampak positif festival ini beyond budaya. “Ditambah lagi dengan gerakan pariwisata yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, tidak hanya di Bulungan tetapi juga untuk Provinsi Kaltara,” tambahnya.

Apresiasi ini bukan hanya berupa kata-kata. Njau Anau mengumumkan kabar gembira bahwa semangat Festival Sungai Kayan ini akan diangkat ke level yang lebih tinggi. Pada 1 November 2025 mendatang, festival serupa akan kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-13 Provinsi Kaltara.

“Kita bersyukur dengan semangat Bupati dan Wakil Bupati Bulungan yang luar biasa dalam membangkitkan budaya serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi. Harapannya pelaksanaan di tingkat provinsi nanti bisa lebih meriah lagi,” tuturnya penuh harap.

Lebih dari Sekadar Perlombaan: Simbol Gotong Royong dan Penggerak Ekonomi

Festival Sungai Kayan 2025 telah membuktikan dirinya sebagai lebih dari sekadar ajang perlombaan. Ia adalah sebuah simfoni indah yang memadukan unsur budaya, olahraga, dan ekonomi.

  1. Simbol Kekuatan Gotong Royong: Setiap kayuhan dayung adalah manifestasi dari nilai gotong royong yang telah mengalir dalam darah daging masyarakat Bulungan. Kekompakan tim dalam perahu mencerminkan bagaimana masyarakat bahu-membahu membangun daerahnya.

  2. Pelestarian Warisan Budaya: Lomba perahu dayung tradisional adalah upaya nyata untuk menjaga warisan leluhur dari tergerus zaman. Festival ini menjadi medium pembelajaran bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan identitas budayanya.

  3. Penggerak Perekonomian Lokal: Gelaran festival ini menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Dampaknya langsung terasa pada peningkatan omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hotel, rumah makan, dan jasa transportasi, sehingga mendorong geliat ekonomi kreatif di daerah.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.