,

Festival Sungai Kayan 2025 Sajikan Tradisi dan Potensi Ekonomi Lokal

by -862 Views

News Tanjung Selor — Festival Sungai Kayan 2025 resmi dibuka pada Senin (6/10/2025), menandai dimulainya salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Selama tiga hari, 6–8 Oktober, festival ini menampilkan 130 perahu hias tradisional dengan melibatkan sekitar 3.550 pendayung dari berbagai kecamatan di Bulungan.

RRI.co.id - Birau Bulungan 2025: Festival Budaya dan UMKM Terbesar
Festival Sungai Kayan 2025 Sajikan Tradisi dan Potensi Ekonomi Lokal

Deretan perahu warna-warni menghiasi Sungai Kayan, menciptakan pemandangan spektakuler yang memadukan tradisi, seni, dan semangat kebersamaan masyarakat pesisir.

Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan Festival Sungai Kayan bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga wujud pelestarian budaya leluhur yang telah mengakar kuat di masyarakat. “Tradisi perahu dayung adalah bagian dari identitas kita. Melalui festival ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan yang diwariskan para pendahulu,” ujarnya saat membuka acara di dermaga utama Tanjung Selor.

Pelestarian Budaya dan Peningkatan Ekonomi Lokal

Selain menjaga warisan budaya, festival ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Ribuan pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, memadati kawasan Tanjung Selor untuk menyaksikan perlombaan dan atraksi seni budaya. Pedagang kuliner, pengrajin, serta pelaku usaha mikro turut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Baca Juga : BKAD Kaltara  Klarifikasi Isu Anggaran Perjalanan Dinas Rp185 Miliar

“Festival ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menampilkan produk unggulan daerah. Pemerintah Kabupaten Bulungan mendorong agar kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga wadah promosi potensi ekonomi lokal,” tambah Bupati Syarwani.

Sejumlah stan pameran turut disiapkan, menampilkan kerajinan tangan khas Bulungan, kuliner tradisional, serta hasil pertanian dan perikanan lokal. Pemerintah daerah juga menggandeng pelaku UMKM dan komunitas kreatif agar festival ini menjadi sarana pemberdayaan ekonomi rakyat.

Dari Budaya ke Daya Tarik Pariwisata

Festival Sungai Kayan kini menjadi ikon wisata budaya tahunan yang selalu dinanti. Selain lomba perahu hias, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pertunjukan musik daerah, tari-tarian tradisional, serta parade budaya dari berbagai kecamatan. Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap, melalui konsistensi pelaksanaan festival ini, Tanjung Selor dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan sungai yang berkelas nasional.

“Harapan kami, Festival Sungai Kayan terus berkembang menjadi magnet wisata yang mampu memperkenalkan Bulungan dan Kalimantan Utara ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Syarwani.

Dengan semangat pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat, Festival Sungai Kayan 2025 bukan hanya perayaan tradisi, tetapi juga simbol kebangkitan daerah dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.