, ,

Kejuaraan Provinsi Pencak Silat Remaja Kaltara Resmi Dibuka, Fokus pada Pemantauan Bibit Atlet

by -1073 Views

Kejurprov Jadi Ajang Pantauan, IPSI Kaltara Tegaskan Bukan Tiket Otomatis Tuju Kejuaraan Nasional

News Tanjung Selor– Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Remaja 2025 yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil menyedot perhatian. Ajang yang diikuti oleh pesilat remaja dari berbagai kabupaten dan kota ini bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan medali. Lebih dari itu, Ketua IPSI Kaltara, Suroso, menegaskan bahwa Kejurprov difungsikan sebagai platform pemantauan dan pendataan bibit-bibit atlet potensial, bukan sebagai tiket otomatis untuk mewakili Kaltara di kejuaraan nasional.

“Kejurprov ini bagian dari proses. Kejuaraan pencak silat remaja ini kan umurnya dari 14 sampai 17 tahun, jadi supaya jenjang berikutnya ada pantauan dari IPSI Kaltara. Artinya ini ajang pertama kami memantau,” ujar Suroso tegas.

Mekanisme Seleksi yang Berjenjang dan Transparan

Suroso menjelaskan, antusiasme daerah sangat tinggi. Bahkan, tanpa pembatasan pendaftaran, jumlah peserta bisa jauh lebih banyak. Peserta datang mewakili berbagai elemen, mulai dari perguruan silat, sekolah, hingga perwakilan resmi IPSI kabupaten/kota.

“Kami mengambil perwakilan dari semua. Bahkan sebenarnya kalau kami tidak batasi pendaftaran, mungkin akan lebih banyak lagi pesertanya. Karena ternyata masing-masing kabupaten kota itu ada yang atas nama perguruan, sekolah, bahkan ada juga yang perwakilan dari IPSI daerah,” jelasnya.

Namun, ia menekankan bahwa gelar juara di Kejurprov tidak serta-merta menjadi “tiket emas” ke tingkat nasional. Sebaliknya, para atlet yang belum berhasil meraih juara masih memiliki peluang yang sama besarnya.

Kejuaraan Provinsi Pencak Silat Remaja Kaltara Resmi Dibuka, Fokus pada Pemantauan Bibit Atlet
Kejuaraan Provinsi Pencak Silat Remaja Kaltara Resmi Dibuka, Fokus pada Pemantauan Bibit Atlet

Baca Juga: Suasana Khidmat di Kebun Raya Bundayati, Sekda Tinjau Langsung Persiapan Syukuran HUT Bulungan

“Walaupun mereka sudah juara, itu belum tentu jadi perwakilan di nasional. Dan yang belum juara juga masih ada kemungkinan bisa masuk. Jadi tetap kita evaluasi semua,” katanya.

Pembinaan Jangka Panjang Menuju Event Besar

Pasca-Kejurprov, para atlet akan kembali ke basis pembinaan masing-masing, baik di perguruan silat maupun di bawah IPSI kabupaten. Proses pembinaan jangka panjang ini yang akan menentukan siapa yang akhirnya layak mewakili Kaltara.

“Pembinaan untuk ke nasional itu kita lihat event-nya. Ini kan mereka kembali ke IPSI atau perguruan masing-masing. Setelah itu kami tugaskan dari IPSI kabupaten untuk seleksi di wilayah masing-masing. Pertama mungkin untuk menghadapi Porda (Pekan Olahraga Daerah) 2026, hasil Porda itulah nanti yang akan menjadi seleksi atlet provinsi,” ungkap Suroso.

Filosofi ini menunjukkan komitmen IPSI Kaltara untuk membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan dan tidak instan. Prestasi di satu event hanyalah satu data point dalam perjalanan panjang seorang atlet.

Mencatat Potensi, Bukan Hanya Pemenang

Salah satu poin krusial yang ditekankan Suroso adalah pentingnya mendata setiap atlet yang menunjukkan potensi, terlepas dari apakah mereka keluar sebagai juara atau tidak.

“Di Kejurprov ini kami hanya menggali bibit-bibit potensial. Kami juga mencatat skill-nya, walaupun dia belum juara tapi kalau pantauannya waktu pertandingan itu sudah bagus dan potensinya ada, tetap kami catat,” tegasnya.

Pendekatan ini memastikan bahwa tidak ada talenta yang terlewat. Seorang pesilat dengan teknik bagus yang mungkin kalah secara angka akibat faktor tertentu seperti mentalitas bertanding, tetap akan masuk dalam radar pelatih untuk dibina lebih lanjut.

Porprov Bukan Jalan Pintas ke PON

Konsistensi kebijakan ini bahkan berlaku untuk even bergengsi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 dan PON (Pekan Olahraga Nasional). Suroso menegaskan bahwa menjadi juara di Porprov pun bukan jaminan lolos ke PON.

“Termasuk Porprov 2026 itu bukan langsung jadi tiket ikut PON. Karena kemarin juga hasil pra-PON bukan langsung tiket untuk pesilat ke PON. Jadi tetap ada tahapannya,” ujarnya.

Proses seleksi yang ketat dan berjenjang ini dinilai penting untuk memastikan bahwa atlet yang dikirim adalah yang benar-benar dalam kondisi puncak dan mampu bersaing di level tertinggi.

Pengecualian untuk Seleksi Khusus PON 2024

Meski berprinsip pada proses yang berjenjang, IPSI Kaltara juga bersifat fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan mendesak. Suroso mengungkapkan bahwa dalam Kejurprov 2025 ini, mereka sekaligus melakukan seleksi khusus untuk cabang bela diri yang akan bertanding di PON Oktober 2024 mendatang.

“Kecuali yang tadi ya, kami sekaligus juga menyeleksi yang Selekda (Seleksi Daerah) khusus untuk bela diri PON bulan Oktober nanti. Ada beberapa atlet yang memang dipantau langsung,” tutupnya.

Pernyataan ini menunjukkan manajemen event yang cerdas oleh IPSI Kaltara. Di satu sisi, mereka membangun pondasi untuk regenerasi atlet remaja, di sisi lain, mereka memanfaatkan momentum untuk menyaring calon atlet yang bisa langsung berkontribusi di event nasional yang sudah di depan mata.

Dengan kebijakan ini, IPSI Kaltara tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi lebih pada pembangunan sistem olahraga pencak silat yang sehat, adil, dan berkelanjutan untuk masa depan.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.