, ,

Merek Beras Oplosan Distop Masuk ke Pasar Induk Tanjung Selor, Pedagang Cuma Habiskan Sisa Stok

by -1182 Views

News Tanjung Selor — Setelah dilakukan inspeksi mendadak oleh Tim Satgas Pengawasan Pangan di Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, peredaran beras oplosan mulai mendapat perhatian serius. Sejumlah merek seperti Fortune, Sawah Jingga, Sawah Panen, dan Sawah Hijau kini tidak lagi didistribusikan ke pedagang eceran.

Inspeksi yang dilakukan sepekan lalu itu menemukan sejumlah merek beras diduga oplosan masih dijual bebas. Namun para pedagang eceran mengaku tidak mengetahui bahwa beras-beras tersebut masuk dalam daftar dugaan oplosan yang kini tengah diproses di Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri.

Terbongkar! Modus Beras Campuran dan Impor Gelap Bikin Resah di Pasar Induk  Tanjung Selor - Berau Post
Merek Beras Oplosan Distop Masuk ke Pasar Induk Tanjung Selor, Pedagang Cuma Habiskan Sisa Stok

Sebagian pedagang menyatakan hanya menjual beras dari distributor dan tidak melakukan pengoplosan sendiri. Mereka juga mengaku hanya menghabiskan sisa stok yang sudah terlanjur masuk sebelum adanya pengumuman resmi dari pemerintah.

“Sekarang tinggal beberapa karung saja, masyarakat juga masih banyak yang cari, apalagi yang ukuran 5 Kg,” ujar salah satu pedagang sembako yang enggan disebut namanya, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga : Polisi Akui Kesulitan Bekuk Bandar Narkoba, Kapolda Kaltara ungkap Penyebabnya

Isu Beras Oplosan Tak Pengaruhi Penjualan di Tanjung Selor, Pedagang Tetap Jual Sisa

Pedagang lain, Muhammad Hasbi, mengungkapkan bahwa meskipun isu beras oplosan sudah menyebar, hal itu belum berdampak signifikan pada penurunan permintaan. Ia mengaku masih memiliki satu karung ukuran 10 Kg, tetapi tidak dijual karena kemasannya rusak.

“Setelah sidak, dari 7 karung tinggal satu. Infonya sekarang stok di agen juga sudah kosong,” jelas Hasbi.

Menurut penjelasan Satgas, praktik beras oplosan yang terjadi adalah mencampurkan beras premium dengan beras kualitas medium, yang tentu saja merugikan konsumen dari segi kualitas dan harga. Tindakan ini juga melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Meski begitu, sebagian masyarakat mengaku belum menyadari dampak dari membeli beras oplosan. Seorang warga, Muhammad, bahkan baru menyadari bahwa beras Fortune yang ia konsumsi termasuk dalam daftar dugaan oplosan.

“Baru tahu kalau itu termasuk oplosan. Tapi waktu dimasak, rasanya enak-enak saja,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Bupati Syarwani telah mengimbau agar pengawasan terhadap distribusi beras di tingkat agen hingga pasar lebih diperketat guna mencegah masuknya produk oplosan ke wilayah Tanjung Selor.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.