, ,

PAD Kaltara 2025 Baru 47 Persen, Bapenda Beberkan Penyebab Lambatnya Capaian

by -1273 Views

News Tanjung Selor – Memasuki triwulan III tahun 2025, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih jauh dari target. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara, Tomy Labo, mengungkapkan bahwa realisasi PAD baru mencapai 47 persen atau sekitar Rp 482 miliar dari total target Rp 1,026 triliun untuk tahun anggaran 2025.

Menurut Tomy, angka ini tergolong minus karena seharusnya capaian PAD hingga Agustus 2025 sudah berada di kisaran 60 persen, bahkan idealnya mencapai 75 persen untuk proyeksi akhir tahun.

“Target bulan Agustus ini adalah Rp 615 miliar, namun realisasi baru Rp 482 miliar. Artinya masih minus Rp 133 miliar,” jelas Tomy Labo, Selasa (12/8/2025).

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Masih di Angka 36 Persen, Bapenda Kaltara  Harus Kerja Keras - Tribunkaltara.com
PAD Kaltara 2025 Baru 47 Persen, Bapenda Beberkan Penyebab Lambatnya Capaian

Faktor Penyebab PAD Belum Capai Target

Tomy memaparkan sejumlah faktor yang memengaruhi lambatnya capaian PAD Kaltara di triwulan III. Pertama, pemberlakuan Opsen Pajak yang membuat pemasukan pajak langsung masuk ke kas daerah masing-masing kabupaten/kota, tanpa melalui Dana Bagi Hasil (DBH) provinsi.

Baca Juga : Cek Jadwal Keberangkatan Speedboat Reguler dari Tanjung Selor Menuju Tarakan Hari Ini

Selain itu, kebijakan fiskal juga berdampak besar, terutama penurunan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dari 15 persen menjadi 7,5 persen, serta pajak bahan bakar umum dari 1,5 persen menjadi 0,8 persen.

“Secara kuantitas pembayar pajak naik, tetapi nilai nominal pembayaran turun akibat penurunan tarif pajak,” terang Tomy.

Faktor lain adalah menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang telah membeli kendaraan pada tahun sebelumnya cenderung tidak melakukan pembelian lagi tahun ini, sehingga penerimaan pajak kendaraan baru juga menurun.

Strategi Bapenda Kaltara

Untuk mengantisipasi kekurangan target, Bapenda Kaltara fokus menjaga penerimaan dari pajak kendaraan lama dengan menggelar program relaksasi pajak pada Agustus 2025.

“Kami belum tahu apakah ini akan efektif atau tidak, tapi harapannya bisa menarik pembayaran pajak yang menunggak lama,” tambahnya.

Tomy optimistis bahwa dengan strategi ini, capaian PAD Kaltara dapat meningkat menjelang akhir tahun, meski tantangan masih cukup besar.

Harapan di Sisa Tahun Anggaran

Bapenda Kaltara berharap koordinasi antar-instansi dan dukungan masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu dapat membantu mendongkrak pendapatan daerah. Dengan sisa waktu empat bulan, upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak menjadi fokus utama demi mendekati target Rp 1,026 triliun.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.