,

Penumpang Dilarang Bawa Bawang Ilegal di Kapal Feri Tana Tidung-Tarakan, Berangkat Siang Ini

by -882 Views

News Tanjung Selor – Otoritas pelabuhan memperketat pengawasan terhadap barang bawaan penumpang kapal feri yang melayani rute Tana TidungTarakan, Kalimantan Utara. Larangan khusus diberlakukan terhadap pengangkutan bawang merah dan bawang putih ilegal tanpa dokumen resmi.

Penumpang Ferry Meningkat Tajam | Website Resmi Desa Sebawang
Penumpang Dilarang Bawa Bawang Ilegal di Kapal Feri Tana Tidung-Tarakan, Berangkat Siang Ini

Hal ini dilakukan menyusul maraknya penyelundupan komoditas hortikultura tersebut dari luar daerah yang berpotensi mengganggu stabilitas harga di pasar lokal. Petugas gabungan dari syahbandar, karantina pertanian, dan aparat kepolisian melakukan pemeriksaan ketat di terminal pelabuhan sebelum keberangkatan kapal feri siang ini.

Cegah Masuknya Produk Non-Standar

Menurut pihak Balai Karantina Pertanian Tarakan, pengawasan ketat ini juga bertujuan mencegah masuknya produk bawang yang tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Bawang ilegal dikhawatirkan membawa hama penyakit tumbuhan yang bisa merusak komoditas pertanian lokal.

Baca Juga : Berikut Jadwal Speedboat Reguler Rute Tarakan-Tanjung Selor, Keberangkatan Siang dan Sore  

Selain itu, bawang impor ilegal tanpa izin juga dapat menekan harga bawang petani lokal sehingga merugikan pelaku usaha dalam negeri. Karena itu, setiap pengiriman bawang wajib dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan (phytosanitary) dan surat izin distribusi dari dinas terkait.

Ancaman Sanksi bagi Pelanggar

Petugas menegaskan bahwa penumpang yang nekat membawa bawang ilegal akan dikenai sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku. Barang bawaan tersebut akan langsung disita, sementara pelakunya dapat diproses hukum apabila terbukti melakukan perdagangan tanpa izin. Otoritas pelabuhan mengimbau masyarakat agar tidak mencoba mengelabui pemeriksaan dengan menyembunyikan barang bawaan, karena seluruh penumpang akan melalui proses pemeriksaan menyeluruh sebelum naik ke kapal. Mereka juga diminta memahami bahwa aturan ini bukan untuk mempersulit, melainkan melindungi kepentingan petani dan konsumen di wilayah Kalimantan Utara.

Langkah Jangka Panjang Pengendalian Harga

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini tengah menyusun langkah jangka panjang untuk mengendalikan harga komoditas bawang di pasar lokal. Salah satunya dengan memperkuat pasokan dari sentra produksi bawang dalam negeri agar tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah. Pemerintah juga mendorong petani lokal meningkatkan produksi melalui bantuan bibit, pupuk, dan teknologi pertanian. Diharapkan, upaya tersebut dapat menekan peluang masuknya bawang ilegal serta menjaga kestabilan harga sekaligus ketersediaan stok di pasaran.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.