Bulungan – Suasana perayaan Birau Bulungan 2025 semakin semarak pada hari keempat pelaksanaannya, Kamis (16/10/2025). Untuk pertama kalinya, ajang tahunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kabupaten Bulungan dan HUT ke-325 Tanjung Selor ini dimeriahkan oleh lomba permainan tradisional gasing.

Lomba Gasing Perdana di Birau Bulungan
Kegiatan lomba gasing yang digelar di kawasan pusat kota Tanjung Selor ini berhasil menarik perhatian warga. Suara dentingan gasing yang berputar di arena menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Antusiasme peserta dan penonton begitu tinggi, terutama karena ini merupakan pertama kalinya permainan tradisional tersebut diikutsertakan dalam rangkaian Birau Bulungan.
“Lomba gasing ini kami hadirkan untuk mengangkat kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda. Ternyata respon masyarakat sangat luar biasa,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Baca Juga : Cegah Over Kapasitas, BPJN Kaltara Lakukan Uji Petik Kendaraan yang Melintas di Jalan Nasional
Warisan Budaya Suku Dayak
Permainan gasing memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat suku Dayak, terutama di wilayah Kalimantan Utara. Permainan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan sportivitas antarwarga. Dalam tradisi lama, gasing bahkan sering dimainkan pada acara adat atau perayaan panen sebagai simbol ketangkasan dan kegembiraan.
Setiap peserta dalam lomba Birau kali ini membawa gasing buatan tangan sendiri, dengan ukuran dan desain yang beragam. Ada yang menggunakan bahan kayu keras, ada pula yang memakai logam untuk meningkatkan daya putar. Para peserta berlomba mempertahankan gasingnya agar tetap berputar paling lama, sambil mempertontonkan teknik meluncurkan gasing dengan kekuatan dan ketepatan tinggi.
Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
Masyarakat yang hadir tampak menikmati suasana lomba dengan penuh semangat. Anak-anak hingga orang dewasa ikut bersorak memberi dukungan kepada peserta favoritnya. Banyak warga berharap lomba gasing ini dapat menjadi agenda tetap dalam perayaan Birau Bulungan setiap tahun.
“Kami senang permainan tradisional seperti ini diangkat kembali. Selain seru, juga mengingatkan kami pada masa kecil,” ujar salah satu warga Tanjung Selor.
Melalui penyelenggaraan lomba gasing ini, pemerintah daerah dan panitia Birau Bulungan berharap dapat melestarikan warisan budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap tradisi yang menjadi identitas daerah Kalimantan Utara.







