News Tanjung Selor — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) kembali menorehkan pencapaian strategis melalui keberhasilan Penyalaan Tegangan Pertama (energize) pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung Selor–Tidang Pale.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini resmi menjadi penghubung sistem kelistrikan antara Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara), sekaligus membuka lembaran baru sejarah kelistrikan di wilayah utara Pulau Kalimantan.
Energize SUTT 150 kV tersebut menandai terintegrasinya dua sistem kelistrikan besar yang sebelumnya berdiri sendiri. Dengan tersambungnya kedua provinsi ini, keandalan pasokan listrik diyakini akan semakin meningkat.
Baca Juga : PLN dan Jala Project Tempuh 93 Km untuk Hadirkan Kebahagiaan bagi Warga Pedalaman Desa Panahan
Perkuat Sistem dan Dorong Investasi
General Manager PLN UIP KLT dalam keterangannya mengatakan bahwa keberhasilan energize ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi.
“SUTT 150 kV Tanjung Selor–Tidang Pale menjadi tulang punggung baru sistem kelistrikan Kaltim–Kaltara. Ini bukan hanya soal kelistrikan, tetapi juga fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di wilayah utara Kalimantan,” ujarnya.
Dengan tersambungnya jaringan ini, PLN mampu melakukan suplai daya lintas sistem, sehingga potensi surplus daya di satu wilayah dapat dimanfaatkan untuk menopang wilayah lainnya.
Dampak Langsung Bagi Masyarakat
Keberadaan SUTT 150 kV ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pasokan listrik yang lebih stabil akan mendukung aktivitas rumah tangga, layanan publik, hingga sektor industri dan usaha mikro.
Pemerintah daerah menyambut baik pencapaian tersebut. Salah satu perwakilan Pemprov Kaltara menyebut bahwa infrastruktur kelistrikan ini akan menjadi katalis percepatan pembangunan.
“Ketersediaan listrik yang andal menjadi syarat utama masuknya investasi. Dengan tersambungnya sistem Kaltim–Kaltara, kami optimistis geliat ekonomi di wilayah perbatasan akan semakin meningkat,” katanya.
Bagian dari Proyek Strategis Nasional
Proyek SUTT 150 kV Tanjung Selor–Tidang Pale merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan nasional. Jalur transmisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penghantar energi listrik, tetapi juga sebagai simbol integrasi pembangunan antarprovinsi.
PLN memastikan bahwa seluruh proses pembangunan dilaksanakan sesuai standar keselamatan dan lingkungan, serta melibatkan partisipasi masyarakat sekitar.
Komitmen PLN Bangun Kaltim–Kaltara
PLN UIP KLT menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Kaltim dan Kaltara melalui pembangunan infrastruktur transmisi dan gardu induk lainnya.
“Ke depan, kami akan terus menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal, merata, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” tegas manajemen PLN.
Dengan keberhasilan energize SUTT 150 kV Tanjung Selor–Tidang Pale, PLN resmi mencatat sejarah baru dalam penguatan sistem kelistrikan Kaltim–Kaltara yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan kawasan utara Kalimantan.








