,

Rp5,3 Miliar untuk Pasar Buah Tanjung Selor, Pedagang Belum Tempati Lapak

by -876 Views

News Tanjung SelorPasar Buah Tanjung Selor yang dibangun sejak 2021 dengan anggaran Rp5,3 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) hingga kini belum juga ditempati oleh para pedagang. Kondisi bangunan yang masih kosong tersebut mendapat perhatian serius dari Bupati Bulungan, Syarwani, yang menegaskan bahwa fasilitas publik bernilai miliaran rupiah itu harus segera dimanfaatkan.

Bangunan Pasar Buah Segera Beroperasi, Pemkab Klaim Tak Ada Pungutan Liar -  FAJAR KALTARA
Rp5,3 Miliar untuk Pasar Buah Tanjung Selor, Pedagang Belum Tempati Lapak

Menurut Syarwani, pasar buah tersebut direncanakan sebagai lokasi relokasi pedagang agar penataan kawasan kota Tanjung Selor menjadi lebih rapi dan teratur. Namun, sejak selesai dibangun, lapak-lapak yang tersedia justru belum memberikan manfaat nyata bagi para pedagang maupun masyarakat sekitar.

“Pasar ini sudah berdiri, anggaran yang digunakan pun cukup besar. Tidak boleh dibiarkan kosong terus, harus segera dimanfaatkan agar tujuan pembangunan tercapai,” ujar Syarwani dalam keterangannya.

Baca Juga : FAJI Kaltara Lahir Kembali Dengan Peforma Baru Dibawah Komando Tomy Labo

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kendala yang menyebabkan pedagang enggan menempati bangunan tersebut. Salah satu kemungkinan yang menjadi sorotan adalah persoalan lokasi dan aksesibilitas pasar, yang mungkin dinilai kurang strategis oleh pedagang.

“Kalau memang ada hal-hal yang menjadi hambatan, baik terkait lokasi, fasilitas, maupun pengelolaan, harus segera dicari solusi. Intinya, jangan sampai bangunan yang sudah dibangun dengan uang rakyat menjadi sia-sia,” tegasnya.

Pasar Buah Diharapkan Jadi Sentra Ekonomi Baru Tanjung Selor

Di sisi lain, sejumlah pedagang disebut masih memilih berjualan di lokasi lama karena sudah memiliki pelanggan tetap. Mereka khawatir jika pindah ke pasar baru, omzet akan menurun akibat sepinya pengunjung. Hal inilah yang perlu diantisipasi pemerintah dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan, sekaligus memastikan pasar baru bisa menjadi pusat aktivitas perdagangan yang ramai.

Syarwani menekankan bahwa pemanfaatan Pasar Buah Tanjung Selor bukan sekadar soal menata pedagang, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan perekonomian daerah. Dengan fasilitas yang lebih layak, bersih, dan tertata, ia yakin pasar ini bisa menjadi sentra perdagangan buah yang memberikan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen.

“Ini aset daerah, harus dijaga dan dimanfaatkan. Kami berharap para pedagang juga mendukung langkah ini demi kepentingan bersama,” katanya.

Ke depan, Pemkab Bulungan berkomitmen menindaklanjuti persoalan ini dengan langkah konkret, termasuk kemungkinan penyusunan skema insentif atau dukungan lain yang mendorong pedagang mau beraktivitas di Pasar Buah Tanjung Selor.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.