, ,

Sebuah mobil minibus pengangkut petugas Baznas mengalami kecelakaan di jalur Trans Kalimantan

by -844 Views

Misi Kemanusiaan Nahas: Mobil Baznas Kecelakaan dalam Perjalanan Bantu Korban Kebakaran Nunukan

News Tanjung Selor– Sebuah mobil minibus yang mengangkut petugas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Poros Trans Kalimantan, Selasa (23/9/2025). Insiden ini terjadi ketika rombongan sedang dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban kebakaran dahsyat di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara.

Kecelakaan ini mengakibatkan keenam petugas Baznas dalam mobil mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke puskesmas untuk perawatan. Peristiwa ini menjadi ujian tambahan bagi warga Nunukan yang sedang berjuang memulihkan diri dari musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan sepuluh hari sebelumnya.

Kronologi Kecelakaan di Tikungan Tajam

Berdasarkan keterangan Kapolsek Sembakung, AKP Supriadi, insiden terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Mobil minibus yang menjadi pemimpin rombongan pengangkut bantuan itu melaju di Jalan Poros Trans Kalimantan menuju Desa Mansalong.

“Lokasi kejadian di tikungan tajam Jalan Poros Trans Kalimantan di Desa Tulang, Kecamatan Sembakung Atulai. Jaraknya sekitar 2 km dari Polsek Sembakung,” jelas Supriadi.

Kecelakaan Km 95 Tol Cipularang, 2 Tewas Usai Mobil Travel Tabrak Truk

Baca Juga: Siswa SMAN 1 Tanjung Selor Dilarikan ke RS Diduga Usai Makan MBG

Mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi diduga menabrak gundukan kayu (over boden) di jalanan. Tabrakan ini menyebabkan kendaraan oleng dan terhempas ke pinggir jalan hingga akhirnya menabrak tumpukan tanah dan separuh bodi mobil terjepit di dalam selokan. Akibatnya, bagian depan minibus mengalami kerusakan parah dan ringsek.

Kondisi Korban dan Upaya Pertolongan

Ke-enam petugas Baznas yang berada dalam mobil mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi. Mereka segera dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Mansalong untuk mendapatkan perawatan medis secepatnya.

“Semua korban luka-luka, yang terberat ada yang lukanya dijahit,” tambah Kapolsek Supriadi. Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini sempat mengganggu proses distribusi bantuan sebelum akhirnya dapat diatasi oleh tim Baznas yang lain.

Misi Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Mansalong

Kecelakaan ini terjadi dalam konteks misi kemanusiaan yang digerakkan Baznas Nunukan untuk membantu korban kebakaran hebat yang melanda Desa Mansalong pada Minggu dini hari (14/9/2025). Api yang berkobar sekitar pukul 03.00 WITA itu dengan cepat melahap puluhan bangunan di area pasar yang menjadi jantung desa.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Arief Budiman, kebakaran tersebut menghanguskan 51 unit bangunan, terdiri dari 3 unit asrama pelajar dan 48 unit ruko. Sebanyak 56 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal, dan aktivitas perekonomian serta belajar mengajar di daerah itu lumpuh total.

Kerugian material ditaksir mencapai Rp19,278 miliar untuk kerusakan fisik bangunan, belum termasuk isi rumah dan fasilitas umum yang ikut terdampak. Pemerintah Daerah Nunukan telah menetapkan status tangggap darurat untuk mempercepat penanganan pascabencana.

Baznas bukanlah satu-satunya institusi yang turun membantu. Sebelumnya, pada 17 September 2025, BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara bersama berbagai komunitas sosial telah menggelar aksi penggalangan dana di Tanjung Selor untuk korban kebakaran Mansalong.

Dampak dan Respons atas Insiden

Insiden kecelakaan ini menyoroti beberapa tantangan logistik dalam penyaluran bantuan kemanusiaan:

  1. Kondisi Jalan yang Berbahaya: Jalan Poros Trans Kalimantan di wilayah tersebut memiliki tikungan tajam yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari pengemudi.

  2. Tekanan Waktu: Petugas kemanusiaan sering bekerja di bawah tekanan untuk segera menyalurkan bantuan kepada korban yang membutuhkan.

  3. Komitmen di Tengah Kesulitan: Meskipun mengalami kecelakaan, upaya penyaluran bantuan untuk korban kebakaran Mansalong tetap dilanjutkan oleh rombongan lainnya.

Insiden ini menggambarkan betapa perjalanan misi kemanusiaan di daerah pedalaman seperti Nunukan tidak hanya membutuhkan niat baik, tetapi juga perhatian terhadap keselamatan perjalanan di tengah kondisi geografis yang menantang.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.