, ,

Sebuah Tragedi Malam: Korsleting Listrik Hanguskan Rumah 2 Lantai di Sebatik

by -915 Views

Tragedi Malam di Perbatasan: Rumah 2 Lantai di Sebatik Hangus Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting Listrik

News Tanjung Selor– Sebuah keheningan malam di Jalan Bhakti Husada, Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pecah oleh kepanikan dan jerit tangis. Kamis malam, (18/9/2025), menjadi malam kelam bagi warga sekitar, khususnya bagi H Rustan (61), yang menyaksikan hartanya luluh lantak dalam sekejap. Rumah permanen dua lantai miliknya hangus terbakar, diduga akibat ulah korsleting listrik.

Kronologi Peristiwa yang Menghanguskan

Peristiwa bermula ketika petugas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan menerima panggilan darurat pada pukul 23.38 Wita. Laporan warga yang panik itu segera ditindaklanjuti dengan cepat. Pelaksana Tugas Kepala Dinas, Wahyudi Kawariyin, memimpin langsung operasi pemadaman.

“Setelah kita mendapatkan laporan, kami juga langsung kerjakan mobil pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran,” ujar Wahyudi, menggambarkan respons cepat timnya yang bergegas menuju lokasi yang berada di Pulau Sebatik, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Sesampainya di lokasi, pemandangan yang ada sungguh mencemaskan. Kobaran api telah menjalar dan membesar, melahap bagian dalam rumah dua lantai tersebut. Dengan penuh ketekunan dan keberanian, petugas langsung melakukan pemadaman. Tantangan mereka tidak hanya memadamkan api yang sudah besar, tetapi juga melindungi rumah-rumah warga di sekitarnya dari amukan si jago merah.

Sebuah Tragedi Malam: Korsleting Listrik Hanguskan Rumah 2 Lantai di Sebatik
Sebuah Tragedi Malam: Korsleting Listrik Hanguskan Rumah 2 Lantai di Sebatik

Baca Juga: Bank Rakyat Indonesia Tanjung Selor Dukung Koperasi Desa Merah Putih di Tana Tidung, Fokus Kuatkan Ekonomi Desa

“Selain melakukan pemadaman, kami juga berusaha menjaga jangan sampai api merambat ke bangunan yang ada di sekitarnya,” jelas Wahyudi. Upaya ini berhasil mencegah bencana yang lebih besar, meski satu unit rumah lainnya dilaporkan terdampak.

Upaya Gigih Pemadaman

Proses pemadaman bukanlah pekerjaan mudah. Butuh waktu kurang lebih setengah jam bagi petugas untuk menjinakkan kobaran api utama. Namun, pekerjaan belum selesai. Proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa berlangsung hingga pukul 02.00 Wita dini hari.

Untuk mengatasi insiden ini, sumber daya yang cukup besar dikerahkan. Sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan; sebuah bukti keseriusan dalam menangani musibah ini. Dua unit berasal dari Sebatik Timur dan dua unit lainnya dari Sebatik Utara, menunjukkan solidaritas dan koordinasi antar kecamatan di pulau terdepan Indonesia itu.

Dugaan Penyebab dan Kerugian yang Ditanggung

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas di lapangan, kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang berada di lantai dua rumah. Korsleting listrik kembali menjadi tersangka utama dalam musibah kebakaran, sebuah pengingat akan pentingnya kesadaran terhadap keselamatan instalasi listrik di rumah.

Akibat peristiwa ini, H Rustan harus menanggung kerugian materi yang sangat besar. Satu unit rumah dua lantainya hangus terbakar. Kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sebuah angka yang sangat signifikan dan memukul perekonomian keluarga.

Namun, di balik kabar duka ini, terdapat secercah syukur. Wahyudi menegaskan, “tidak ada korban luka ataupun jiwa” dalam peristiwa tersebut. Keselamatan jiwa menjadi hikmah terbesar di tengah musibah yang menghancurkan harta benda.

Refleksi dan Peringatan bagi Masyarakat

Musibah yang menimpa H Rustan ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat. Korsleting listrik seringkali dipandang sebelah mata, padahal ia menyimpan potensi bahaya yang maha dahsyat. Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan:

  1. Pemeriksaan Berkala Instalasi Listrik: Pastikan instalasi listrik di rumah, terutama di rumah tua, diperiksa secara rutin oleh tenaga ahli. Kabel yang sudah usang atau mengelupas harus segera diganti.

  2. Hindari Overload Stop Kontak: Jangan memaksa menggunakan satu stop kontak untuk terlalu banyak peralatan elektronik. Gunakan multi plug yang berkualitas dan memiliki pengaman.

  3. Cabut Kabel yang Tidak Digunakan: Biasakan untuk mencabut kabel dari stop kontak ketika peralatan elektronik tidak digunakan, terutama sebelum tidur atau saat meninggalkan rumah dalam waktu lama.

  4. Gunakan MCB dan Anti Petir: Pastikan rumah dilengkapi dengan Mini Circuit Breaker (MCB) yang berfungsi dengan baik sebagai pengaman saat terjadi kelebihan beban atau korsleting.

  5. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Memiliki APAR di rumah, terutama di dapur atau dekat panel listrik, dapat menjadi penyelamat pertama saat api mulai membesar.

Kejadian di Sebatik ini juga mengapresiasi kinerja petugas pemadam kebakaran yang bekerja tanpa lelah di tengah malam. Respons cepat dan koordinasi yang solid berhasil mencegah kerugian yang lebih besar dan yang terpenting, menyelamatkan nyawa.

Bagi H Rustan dan keluarganya, perjalanan masih panjang untuk membangun kembali semua yang telah hilang. Dukungan dari pemerintah setempat, tetangga, dan masyarakat luas sangat diharapkan untuk meringankan beban yang mereka tanggung. Musibah ini, sekali lagi, mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kewaspadaan harus selalu dijaga, kapan pun dan di mana pun.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.