, ,

Suasana Haru dan Syukur Warnai Penutupan Megah HUT Bulungan dan Tanjung Selor

by -626 Views

Rangkaian Syukuran HUT Bulungan dan Tanjung Selor Resmi Ditutup, Geliat Ekonomi Mencapai Rp 23 Miliar

News Tanjung Selor– Suasana semarak dan syukur masih terasa hangat di udara Lapangan Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, pada Sabtu (18/10/2025) malam. Dengan diiringi tepuk tangan meriah, Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi menutup rangkaian panjang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-235 Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan yang ke-65. Penutupan ini menjadi puncak dari lebih dari dua pekan gelaran berbagai acara yang memadukan modernitas, tradisi, dan semangat kebersamaan.

Perhelatan akbar yang akrab disebut Birau ini bukan sekadar pesta rakyat biasa. Ia adalah sebuah narasi besar tentang sejarah, budaya, dan geliat perekonomian masyarakat di Bumi Tenguyun—julukan bagi Kabupaten Bulungan. Dari awal hingga akhir, rangkaian acara diisi dengan beragam aktivitas yang menyentuh semua lapisan masyarakat.

Merangkai Budaya, Memupuk Kebersamaan

Rangkaian Birau 2025 dimulai dengan gemerlap Tenguyun Fest dan Festival Sungai Kayan, yang menyajikan pesona alam dan kekayaan sungai sebagai urat nadi kehidupan masyarakat. Kemudian, semangat sportivitas diadu dalam pekan olahraga kabupaten, mempertemukan bakat-bakat atletik dari berbagai penjuru Bulungan.

Nuansa sakral dan penghormatan terhadap leluhur juga tak terlupakan. Ritual Biduk Bebandung dan upacara adat di Museum Kesultanan Bulungan mengingatkan semua pihak akan akar sejarah yang kuat dan nilai-nilai tradisi yang harus senantiasa dijaga.

Suasana Haru dan Syukur Warnai Penutupan Megah HUT Bulungan dan Tanjung Selor
Suasana Haru dan Syukur Warnai Penutupan Megah HUT Bulungan dan Tanjung Selor

Baca Juga: Di bawah Terik Matahari dan Embun Pagi, Pasukan Oranye DLH Bulungan Jaga Wajah Tanjung Selor

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah Pawai Budaya. Ribuan pasang mata menyaksikan parade kebudayaan yang tidak hanya menampilkan kesenian asli Bulungan, tetapi juga keindahan budaya dari berbagai paguyuban yang ada. Pawai ini menjadi living museum, sebuah galeri berjalan yang memperlihatkan betapa kayanya warisan budaya dan harmonisnya kehidupan bermasyarakat di Bulungan.

Puncak Syukuran: Sebuah Reuni Akbar Desa dan UMKM

Pusat perayaan syukuran berlangsung di Kebun Raya Bundayati. Di sana, sebuah pameran besar digelar, menjadi wajah sesungguhnya dari Bulungan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Birau, seluruh 74 desa dan 7 kelurahan hadir dan berpartisipasi.

“Melalui kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi dari semua desa yang ada di Bulungan,” ujar Bupati Syarwani dalam sambutannya. Stan-stan desa memamerkan hasil bumi, kerajinan tangan, dan kuliner khas masing-masing, menciptakan sebuah mosaik yang merepresentasikan potensi lokal yang selama ini mungkin tersembunyi.

Area UMKM menjadi jantung dari pameran ini. Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjajakan produk unggulan mereka, mulai dari makanan tradisional, kain tenun, hingga produk olahan hasil laut dan pertanian. Suasana tawar-menawar, senyum kepuasan, dan antrean pembeli menggambarkan geliat ekonomi yang hidup dan dinamis.

Dampak Nyata: Perputaran Uang Tembus Rp 23 Miliar

Di balik gegap gempita budaya dan sukacita, ada sebuah cerita sukses di bidang ekonomi yang patut diacungi jempol. Bupati Syarwani mengungkapkan fakta yang mencengangkan: kegiatan syukuran HUT ini telah memicu perputaran uang mencapai sekitar Rp 23 miliar.

Angka yang fantastis ini bukanlah angka kosong. Ia adalah bukti nyata dari dampak multiplier effect sebuah event budaya yang dikelola dengan baik. “Hal ini membuktikan, bahwa kegiatan syukuran ini juga dapat menggerakkan ekonomi. Utamanya ekonomi kerakyatan yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM,” tegas Syarwani.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.