, ,

Suasana Kekeluargaan Warnai Audiensi Kapolda Kaltara dan PKC PMII

by -812 Views

Perkuat Sinergi, Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Audiensi PKC PMII Kaltara: Membangun Kemitraan untuk Kalimantan Utara yang Aman dan Damai

Tanjung Selor– Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Ruang Rapat Kapolda Kalimantan Utara pada Kamis, 25 September 2025. Pagi itu, institusi kepolisian yang biasanya identik dengan kesibukan operasional, disambangi oleh semangat dan idealism kaum muda. Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., Kapolda Kaltara, bersama sejumlah Pejabat Utama Polda, dengan tangan terbuka menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Utara.

Suasana audiensi strategis ini tidak hanya sekadar pertemuan formal, melainkan sebuah langkah konkret dalam merajut benang-benang sinergi antara penegak hukum dan elemen masyarakat sipil, khususnya organisasi kemahasiswaan. Kehadiran Ketua PKC PMII Kaltara, Muh. Nur Arisan, beserta seluruh jajaran pengurusnya, menandai babak baru kolaborasi untuk membangun Kaltara yang lebih baik.

Lebih dari Sekadar Audiensi: Sebuah Silaturahmi Kekeluargaan

Dialog yang terbuka dan cair menjadi ciri khas pertemuan ini. Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, sejak awal menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kunjungan yang dilakukan oleh PMII. Dalam sambutannya, beliau tidak menggunakan nada birokratis yang kaku, melainkan lebih pada bahasa seorang sahabat dan keluarga.

“PMII bagi saya sudah seperti keluarga. Ke depan, kita harus terus bersinergi menjaga keamanan dan membangun Kalimantan Utara,” ungkap Kapolda Djati Wiyoto.

Baca Juga: Tegakkan Disiplin, Mendadak Personel Polresta Bulungan Jalani Tes Urine

Pernyataan ini bukanlah basa-basi diplomatis semata. Ia mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang peran strategis PMII sebagai salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan akar rumput dan tradisi keilmuan yang kuat. Dengan menyebut hubungan sebagai “keluarga”, Kapolda ingin menegaskan bahwa ruang dialog antara Polri dan mahasiswa haruslah dibangun di atas fondasi kepercayaan dan tujuan bersama, bukan sekadar hubungan transaksional.

Komitmen Bersinergi dengan Tetap Menjaga Nilai Kritis

Di sisi lain, Ketua PKC PMII Kaltara, Muh. Nur Arisan, menyambut positif pendekatan kekeluargaan dari Kapolda. Dalam responsnya, Arisan menegaskan komitmen penuh organisasinya untuk menjalin kerja sama yang erat dengan Polda Kaltara. Namun, komitmen ini disampaikan dengan sikap yang lugas dan proporsional, mencerminkan identitas PMII yang independen.

“PMII siap bersinergi, namun tetap kritis sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, agar kita bisa bersama-sama menjaga daerah ini,” tegas Arisan.

Pernyataan ini mengandung pesan yang sangat penting dalam relasi negara dan masyarakat sipil. Di satu sisi, PMII menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Di sisi lain, organisasi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama ini dengan tegas menyatakan akan tetap menjalankan peran kontrol sosialnya. Ini adalah bentuk kematangan berorganisasi di mana kolaborasi tidak berarti kehilangan identitas dan prinsip kritisnya. Sinergi yang sehat justru lahir ketika kedua belah pihak saling menghormati peran dan fungsinya masing-masing.

Bidang-Bidang Potensial Sinergi Polri-PMII Kaltara

Pertemuan suasana ini membuka peluang untuk merumuskan bentuk-bentuk sinergi yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat Kalimantan Utara. Beberapa bidang yang potensial untuk dikerjasamakan antara lain:

  1. Pencegahan Radikalisme dan Hoaks: PMII, dengan basis pesantren dan kampus, dapat menjadi mitra efektif Polri dalam menyebarkan narasi-narasi moderasi beragama dan kebangsaan. Melalui kajian, diskusi, dan kampanye digital, generasi muda dapat dilibatkan secara aktif sebagai agen perdamaian.

  2. Pemberdayaan Masyarakat: Bersinergi dalam program-program community policing, seperti Binmas Noken atau bentuk lainnya, dimana mahasiswa PMII dapat turun langsung memberdayakan masyarakat di daerah terpencil, sambil Polri menjamin keamanan dan ketertiban.

  3. Penanggulangan Narkoba: Mahasiswa sebagai agen of change dapat menjadi ujung tombak dalam kampanye anti-narkoba di lingkungan kampus dan masyarakat luas, didukung oleh data dan otoritas dari Polda Kaltara.

  4. Pendidikan Hukum dan HAM: Polda Kaltara dapat membuka akses bagi kader-kader PMII untuk memahami proses hukum dan penegakan HAM secara lebih mendalam, sehingga kritik yang dilontarkan bersifat konstruktif dan berbasis data.

Menuju Kaltara yang Aman, Damai, dan Sejahtera

Audiensi yang berlangsung dalam waktu yang cukup singkat tersebut ditutup dengan optimisme dan harapan besar dari kedua belah pihak. Komitmen untuk memperkuat sinergi antara Polri dan PMII bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah jalan untuk mencapai cita-cita yang lebih besar: terciptanya suasana yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Kalimantan Utara.

Pertemuan antara Kapolda Kaltara dan PKC PMII Kaltara ini adalah sebuah simbol. Simbol bahwa ketika negara dan civil society duduk bersama, mengesampingkan prasangka, dan fokus pada kepentingan bangsa, maka pintu-pintu solusi untuk berbagai persoalan akan terbuka lebar. Dalam konteks Kalimantan Utara yang masih terus berkembang, kemitraan semacam ini adalah oksigen bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sinergi yang dibangun hari ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana di ruang rapat, tetapi akan diterjemahkan ke dalam aksi-aksi nyata di lapangan. Kolaborasi antara semangat muda, intelektualisme kader PMII, dan pengalaman serta kapasitas Polda Kaltara merupakan kombinasi yang potensial untuk menjawab tantangan pembangunan di Provinsi termuda Indonesia ini. Masa depan Kaltara yang gemilang dibangun dari sinergi-sinergi konkret seperti ini.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.