Tanjung Palas Utara Tampilkan Produk Unggulan di HUT Bulungan dan Tanjung Selor: Pesona Pisang Sale dan Kekayaan Lokal yang Memukau
News Tanjung Selor– Suasana semarak telah menyelimuti Kota Tanjung Selor, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara. Rangkaian perayaan Hari Jadi (HUT) Kabupaten Bulungan ke-65 dan Kota Tanjung Selor ke-235, yang akrab disebut dengan istilah Irau, kian meriah dengan beragam pentas seni, gemulai tarian daerah, dan pameran produk unggulan yang memamerkan kekayaan bumi Bulungan.
Di tengah kemeriahan ini, Kecamatan Tanjung Palas Utara hadir dengan identitas yang kuat dan penuh kebanggaan. Sebanyak enam desa di bawah binaannya tak sekadar memenuhi panggung, tetapi dengan sengaja menampilkan jati diri mereka melalui produk-produk terbaik yang dihasilkan dari keringat dan kearifan lokal. Mereka bukan hanya peserta pameran, melainkan duta-duta ekonomi kreatif yang membawa pesan kemandirian desa.
Komitmen dan Persiapan Matang di Bawah Pimpinan Camat Kasino
Camat Tanjung Palas Utara, Kasino, dengan penuh antusias memastikan bahwa kontribusi kecamatannya dalam Irau tahun ini akan berkesan. “Kami telah menyiapkan stan pameran secara khusus untuk menampilkan berbagai produk unggulan dari desa-desa binaan kami. Ini adalah momen penting tidak hanya untuk merayakan usia yang bertambah, tetapi lebih dari itu, untuk mempromosikan potensi ekonomi riil yang dimiliki oleh masyarakat Tanjung Palas Utara,” ujar Kasino dengan semangat.

Baca Juga: Semangat Harla, Bulungan Menuju Daerah Unggul dan Hijau
Stan yang disiapkan bukan sekadar tempat display, melainkan sebuah narasi visual tentang perjalanan dari kebun ke meja konsumen. Setiap produk yang dipajang memiliki cerita, mulai dari proses budidaya, pengolahan tradisional, hingga kemasan yang mulai diperhatikan untuk menembus pasar yang lebih luas.
Pisang Sale: Primadona yang Menjadi Simbol Ketahanan Ekonomi
Di antara sekian banyak produk yang ditampilkan, satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Pisang Sale. Olahan pisang yang dikeringkan ini bukanlah sekadar camilan biasa. Di balik lembutnya tekstur dan manisnya yang khas, tersimpan warisan turun-temurun yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanjung Palas Utara.
Pisang sale dari daerah ini memiliki ciri khas yang sulit ditandingi. Proses pembuatannya yang masih mengandalkan sinar matahari alami, tanpa bahan pengawet, menghasilkan rasa yang autentik dan natural. Varietas pisang yang digunakan, biasanya pisang raja atau pisang awak, dipilih dengan cermat sehingga menghasilkan sale yang tebal, kenyal, dan tidak mudah hancur.
“Pisang sale kami ini adalah bukti bahwa produk tradisional memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan daya saing yang kuat. Ini adalah salah satu produk unggulan yang kami harap dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di Bulungan tapi juga hingga ke luar daerah,” tambah Camat Kasino.
Keberadaan pisang sale di pameran ini juga menjadi simbol ketahanan ekonomi keluarga di pedesaan. Banyak ibu-rumah tangga dan kelompok perempuan yang terlibat aktif dalam produksinya, menjadikan pisang sale sebagai sumber penghasilan tambahan yang signifikan.







