, ,

Aktivitas Bongkar Muat di Dermaga Kayan III Terhenti, Ponton Tenggelam Akibat Kerusakan

by -678 Views

Dermaga Kayan III Tenggelam, Pelayanan Dialihkan ke Pelabuhan Kayan I: Ujian Ketangguhan Infrastruktur Sungai di Bulungan

Tanjung Selor– Aktivitas bongkar muat dan keberangkatan penumpang di Pelabuhan Kayan III, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, mendadak terhenti. Sebuah dermaga ponton yang menjadi jantung penghubung transportasi sungai untuk tiga kecamatan di hulu Sungai Kayan itu tenggelam pada Senin (tanggal), mengungkapkan kerapuhan infrastruktur vital di wilayah tersebut.

Berdasarkan peninjauan langsung Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan Yunus Luat, bencana ini disebabkan oleh kerusakan parah pada bagian bawah ponton yang mengakibatkan kebocoran. Ponton yang berfungsi sebagai tempat sandar kapal speedboat dan kapal penumpang menuju wilayah hulu Sungai Kayan itu kini terendam, menyisakan keprihatinan dan tantangan logistik bagi warga.

Akumulasi Kerusakan dan Dampak Banjir

Menurut Yunus Luat, insiden ini bukanlah peristiwa mendadak, melainkan akumulasi dari beberapa faktor. “Kondisi ponton sudah rapuh dan sempat terendam banjir sebelumnya,” ujarnya. Kombinasi antara usia ponton yang sudah cukup lama dan dampak banjir sebelumnya membuat material kayu di bagian bawah menjadi keropos.

Aktivitas Bongkar Muat di Dermaga Kayan III Terhenti, Ponton Tenggelam Akibat Kerusakan
Aktivitas Bongkar Muat di Dermaga Kayan III Terhenti, Ponton Tenggelam Akibat Kerusakan

Baca Juga: Wajah Baru Tanjung Selor Hadirkan Nuansa Tempo Dulu

“Memang laju air cukup besar, kayunya keropos bekas kena banjir terakhir. Jadi ponton ini tenggelam bukan karena ada unsur kesengajaan, tapi murni faktor kondisi ponton yang memang rusak, karena sudah cukup lama,” jelas Yunus dengan nada menyesal.

Penjelasan ini mengungkapkan kerentanan infrastruktur transportasi sungai di Kalimantan Utara terhadap dampak perubahan iklim, khususnya frekuensi banjir yang semakin meningkat. Ponton yang seharusnya menjadi penopang mobilitas masyarakat justru menjadi korban dari bencana yang pernah dilaluinya.

Dampak terhadap Masyarakat Tiga Kecamatan

Kejadian ini secara langsung mempengaruhi kehidupan warga dari tiga kecamatan di hulu Sungai Kayan, yaitu Peso, Peso Hilir, dan Tanjung Palas Barat. Bagi mereka, Pelabuhan Kayan III bukan sekadar tempat naik-turun penumpang, melainkan urat nadi penghubung dengan pusat kabupaten.

Setiap hari, puluhan speedboat dan kapal tradisional hilir-mudik melalui sungai ini, mengangkut penumpang, hasil bumi, dan kebutuhan pokok. Terputusnya akses melalui dermaga ini berarti terganggunya distribusi barang, meningkatnya biaya transportasi, dan potensi kelambatan dalam berbagai urusan penting masyarakat.

Menyadari dampak luas ini, Yunus Luat secara khusus meminta pengertian dari masyarakat. “Kami mohon kesabaran dan pengertian dari seluruh masyarakat, khususnya warga dari tiga kecamatan di hulu Sungai Kayan,” pintanya.

Solusi Sementara: Dialihkan ke Pelabuhan Kayan I

Sebagai langkah antisipasi, Dishub Bulungan telah mengalihkan sementara seluruh aktivitas bongkar muat dan keberangkatan penumpang ke Pelabuhan Kayan I yang terletak di samping pelabuhan VIP (depan penginapan Asoi).

“Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dishub berkomitmen segera melakukan perbaikan dalam waktu dekat. Sambil menunggu perbaikan, pelayanan dialihkan ke Pelabuhan Kayan I,” tegas Yunus.

Pengalihan ini diharapkan dapat meminimalisir dampak terganggunya pelayanan transportasi sungai. Namun, perlu diakui bahwa perubahan lokasi ini akan memerlukan penyesuaian dari para pengguna jasa transportasi, operator kapal, dan masyarakat umum.

Komitmen Perbaikan dan Harapan ke Depan

Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Perhubungan menjanjikan perbaikan segera. Namun, insiden ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur transportasi sungai di wilayah tersebut.

Tenggelamnya Dermaga Kayan III mengingatkan semua pihak bahwa infrastruktur transportasi, khususnya di daerah kepulauan dan sungai seperti Kalimantan Utara, memerlukan perhatian dan penanganan serius. Tidak hanya sekadar pembangunan, tetapi juga pemeliharaan berkelanjutan yang mempertimbangkan dampak perubahan iklim.

Yunus Luat menutup pernyataannya dengan harapan: “Doakan agar pembangunan berjalan lancar dan pelayanan kepada warga tetap maksimal.”

Harapan ini tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perlu dukungan semua pihak untuk menciptakan sistem transportasi sungai yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Bulungan.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bahwa ketangguhan infrastruktur transportasi adalah syarat mutlak bagi mobilitas masyarakat dan perputaran ekonomi daerah. Saat dermaga tenggelam, yang diperlukan bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga komitmen membangun sistem yang lebih tahan terhadap ujian zaman dan alam.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.