, ,

Kecelakaan Speedboat di Tana Tidung: Tabrak Kayu Hanyut, Seluruh Penumpang Selamat

by -738 Views

Speedboat Tabrak Kayu di Tana Tidung: Detik-Detik Mencekam dan Seluruh Penumpang Selamat

News Tanjung Selor– Kecelakaan speedboat Malinau Express yang menabrak kayu di perairan Tana Tidung, Kalimantan Utara, berdasarkan kesaksian penumpang dan laporan resmi pihak berwenang.

Kronologi Kejadian yang Mencekam

Pada pagi hari yang seharusnya menjadi perjalanan rutin, Senin (22/9/2025), sebuah speedboat reguler bernama SB New Malinau Express VI berangkat dari Malinau menuju Tarakan sekitar pukul 08.00 WITA. Kapal yang mengangkut puluhan penumpang ini melaju seperti biasa di perairan Sungai Sesayap, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung.

Polres Tana Tidung Sebut Speedboat Reguler Malinau Express Dua Kali Tabrak Batang Kayu, Bodi Pecah - Tribunkaltara.com

Baca Juga: Kewaspadaan Petugas Imigrasi Tarakan Gagalkan Pengiriman 4 Pekerja Ilegal ke Malaysia

Namun, sekitar pukul 08.15 WITA, terjadi insiden tidak terduga. Menurut keterangan Kapolsek Sesayap, Iptu Muhammad Hasdar, speedboat tersebut menabrak batang kayu yang hanyut tidak sekali, melainkan dua kali . Benturan pertama masih dapat ditahan, dan kapal tetap dapat melanjutkan perjalanan. Akan tetapi, seperti kesaksian Ajang, seorang penumpang, sepuluh menit kemudian terdengar benturan keras untuk kedua kalinya yang membuat semua penumpang kaget .

Detik-Detik Air Mulai Memasuki Kapal

Akibat benturan kedua yang lebih keras itu, bodi atau lambung speedboat mengalami pecah . Henry Fangiran, salah seorang penumpang yang juga Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Malinau, menggambarkan detik-detik mencekam tersebut. “Air cepat sekali masuk,” ujarnya kepada TribunKaltara.com . Saat itu, kepanikan mulai terlihat, terutama dari penumpang anak-anak yang berteriak memberitahukan bahwa air telah masuk ke dalam kabin .

Upaya Penyelamatan yang Cepat dan Terkoordinasi

Menghadapi situasi kritis, motoris (juragan) kapal, Ali Jamaludin, mengambil tindakan tepat. Ia tidak panik dan segera memutar balikkan arah kapal untuk mencari pelabuhan darurat terdekat guna menyelamatkan penumpang . Keputusan yang disebut Henry Fangiran sebagai “gercep” (gerak cepat) ini ternyata menjadi kunci keselamatan .

Pada pukul 09.20 WITA, speedboat berhasil sandar di Pelabuhan Masyarakat Desa Tideng Pale . Evakuasi segera dilakukan dengan melibatkan gabungan instansi, termasuk Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan Polres Tana Tidung, Kodim 0914, dan Syahbandar . Berkat koordinasi yang baik, semua penumpang berhasil dievakuasi ke darat dengan selamat.

Seluruh Penumpang Selamat dan Dialihkan

Data dari kepolisian mencatat, kapal mengangkut 39 orang yang terdiri dari 33 penumpang dewasa, 2 anak-anak, 1 motoris, dan 3 anak buah kapal (ABK) . Abdul, keluarga pemilik speedboat, menyatakan lega karena “Alhamdulillah semuanya selamat” .

Setelah dievakuasi, penumpang dialihkan ke speedboat lain untuk melanjutkan perjalanan ke Tarakan. Sebanyak 15 penumpang dialihkan ke SB. Alfian Rizki dan 19 orang ke SB. Harapan Baru Express. Satu penumpang atas nama Suanri memilih untuk kembali ke Malinau . Setelah semua penumpang berada di darat, speedboat Malinau Express akhirnya sepenuhnya terbalik .

Respons Otoritas dan Peningkatan Keselamatan

Insiden ini menyisakan pelajaran berharga bagi otoritas setempat. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, Arief Prasetiawan, segera merespons dengan kebijakan baru untuk meningkatkan keselamatan. “Kalau selama ini life jacket hanya disediakan di dalam speedboat, setelah ini kami akan wajibkan semua penumpang pakai sebelum masuk speedboat,” tegas Arief . Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko jika insiden serupa terulang di masa depan.

Kecelakaan speedboat akibat menabrak kayu atau benda apung di perairan Kalimantan Utara bukanlah hal yang pertama terjadi. Sebuah studi yang menganalisis faktor risiko kecelakaan speedboat di perairan Indonesia menyebutkan bahwa faktor manusia, teknis, dan lingkungan merupakan penyebab utama . Dalam konteks ini, benda apung seperti batang kayu di sungai termasuk dalam faktor lingkungan yang perlu diwaspadai.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.